Great Expectation
Okay, here’s the thing..
Have you recognized that we probably expect more “things” to people whom you love deeply? And if they couldn’t give us “things” that we expected from them, then we feel so disappointed and usually become really mad at them. And I have to warn you that “they” in this case not only refers to our partner/spouse, but also refers to : bestfriends, parents to their children, teachers to their students, and so on.
Usually we act more flexible & more understanding with the others whose relationship are not so close with us.
I think that’s what I called an “unhealthy relationship”…
…
Aahh capek bikin essai pake bahasa Inggris,
hahaha at least I have tried… Ya tohh?? :P
…
Okeh, lanjut.
Coba deh dipikir-pikir, kesimpulan gw bener kan?
Biasanya kita lebih sabar & pengertian justru ke orang-orang yang ngga kita kenal dekat. Karena ekspektasi kita ke mereka biasanya lebih RENDAH dibandingkan dengan orang yang sudah dekat dengan kita.
Sebaliknya, semakin kita menyayangi seseorang, terkadang kita dengan PD-nya merasa orang itu sudah mengenal kita dengan sebegitu baiknya, sehingga kita mengharapkan sesuatu yang lebih baik, lebih tinggi, dan “lebih” “lebih” lainnya. Karena kita “merasa” kita juga melakukan hal yang “lebih” untuk mereka.
Dengan kata lain, ekspektasi kita lebih BESAR terhadap mereka. Dan begitu orang-yang-kita-pedulikan itu melakukan hal yang mengecewakan kita, maka hasilnya kekecewaan kita bakal lebih parah & lambat laun akan merusak hubungan kita dengan orang-yang-kita-pedulikan tersebut.
Been there, done that. Thing that I learned the hard way, though. And sadly, I knew some people who broke their relationship with their loved one just because of that. Until now. *Sigh*
Jadi solusinya?
Buang ego, lebih ikhlas kalau care sama orang, turunkan tingkat ekspektasi kita terhadap mereka, dan komunikasikan kepada mereka kalau “…saya lebih suka apabila kamu melakukan dengan cara seperti ini. Tapi saya tetap peduli terhadap kamu, apa pun yang terjadi.”
Apabila mereka tidak berhasil mencapai ekspektasi yang kita harapkan, ya sudah, take it easy, don’t make it like such a drama… They are still the people we love, right?
Dan kalau kita ada di posisi sebaliknya? Yakni sebagai orang yang sudah mengecewakan orang yang kita pedulikan?
Mungkin satu-satunya cara:
Pertama, akui bahwa kita salah (walaupun sebenarnya kita yakin kita yang benar) & katakan bahwa kita sedih karena tidak berhasil mencapai ekspektasi yang mereka harapkan. Hindari adu argumen karena di sini ego bakal banyak berperan. Dan beneran deh, ngga bakal ada hasil positifnya. Kalau bisa, minta saran kepada mereka, apa yang harus kita lakukan agar bisa mencapai –minimal “mendekati”– hasil yang seperti mereka harapkan. Apabila hasil yang mereka harapkan tidak sesuai dengan yang kita inginkan, katakan terus terang & sebisa mungkin cari titik tengahnya.
Kedua, yakinkan diri sendiri bahwa mereka marah & kecewa sedemikian dalamnya terhadap kita, karena mereka SANGAT peduli terhadap kita.
Gw ngga bilang ini gampang, tapi paling engga kita udah mencoba yang terbaik untuk meminimalisir rasa kecewa mereka.
Intinya di sini, kita tetap berusaha agar hubungan yang sudah terjalin dengan baik akan tetap baik selama mungkin.
Yah, mudah-mudahan tulisan ini berguna bagi yang baca. Miris aja gitu, hubungan yang tadinya baik jadi rusak gara-gara ego & ekspektasi yang ketinggian. Kadang-kadang, ngomong “ma’af” untuk memperbaiki hubungan itu bukan berarti kita ada di pihak yang kalah, justru tindakan itu malah membuktikan bahwa kita adalah pihak yang berpikiran lebih DEWASA daripada mereka yang tidak melakukannya.
Take it easy.
Let it go.
The Railway Children - E. Nesbit (1906)
Pernah ngga sih waktu lo kecil, setelah selesai membaca satu buku terus ada salah satu kalimat yang terus keinget sampe lo gede? Dan itu kebawa juga dalam prinsip hidup lo?
Gw ada.
Judul bukunya kalo ngga salah, “Anak-Anak Kereta Api” –atau “Anak-Anak Tepi Kereta Api”?– karangan Edith Nesbit. Gw rada lupa judul persisnya apaan, soalnya bukunya sendiri udah entah ke mana. Pertama gw baca sekitar waktu gw masih SMP, mungkin waktu kelas 1 atau 2. Search di google juga ngga berhasil nemu judul buku terjemahan tersebut. Tapi setelah memakai kata kunci : Railway Children, baru deh muncul hasilnya…
Yup, ternyata judul buku aslinya itu adalah
“The Railway Children” karya E. Nesbit
Gw udah lupa ceritanya tentang apa, tapi seinget gw buku ini mengisahkan tentang tiga bersaudara beserta ibu mereka yang harus pindah ke suatu kota, dengan rumah baru mereka yang terletak dengan rel kereta api, karena suatu alasan politik yang menyangkut penahanan sang ayah di kota asal mereka. Di tempat tinggal baru mereka yang sederhana, mereka bersahabat dengan seorang pegawai kereta api. Area tempat bermain mereka adalah tepi rel kereta api itu. Di akhir cerita, akhirnya mereka berhasil membuktikan kalau ayah mereka tidak bersalah dan berhasil menyatukan keluarga mereka kembali. Secara keseluruhan sih : SERUUU (walopun gw dah rada lupa ceritanya, heuheu) Apalagi kalo lo bacanya pas masih SD, hehehe serasa berpetualang beneran…
Setelah baca di wikipedia, gw baru tau kalo ternyata buku ini sempat difilmkan beberapa kali, baik di layar lebar maupun serial TV.
Nah, kalimat yang gw inget sampai sekarang adalah kalimat yang terucap sewaktu mereka berada di terowongan kereta api yang gelap gulita dan salah seorang dari mereka sudah ingin menyerah untuk terus berjalan ke ujung terowongan. Kemudian di tengah kegelapan tersebut, salah seorang dari mereka mengucapkan kata-kata penyemangat,
“Tenang saja, semua terowongan yang gelap gulita pasti ada ujungnya. Kita hanya harus sabar dan terus berjalan ke depan sampai menemukan titik cahaya kecil yang menyinari ujungnya.”
HA! Such a wonderful quote yah! :D
Dulu saking gw begitu tersentuhnya dengan kata-kata itu, sampai tulisan di bukunya gw stabilo dengan garis bawah tebal, hehehe niat banget…
Intinya sih, semua masalah pasti ada akhirnya. Kita hanya perlu sabar dan terus berjalan ke depan. Toh sebenarnya, semua masalah itu ada untuk “memperkuat” kita. Seperti yang pernah gw baca di suatu artikel akhir-akhir ini (lupa di mana, hehe),
“If the loser sees a problem in every answer.
Then the winner sees the answer for every problem.
If the loser says: “It may be possible, but it’s too difficult!”
Then the winner says: “It may be difficult, but it’s possible!””
Sekarang tinggal kita yang memutuskan mau jadi yang mana. Ohoho…
Tertarik? Silahkan dibaca di SINI. :)
Hey, Whatever!
Just another junk post…
Lagi nge-test Friendster Blogs 2.0 nih.
Karena semua settingan blog lama berubah & feature-nya makin ngga bisa dikutak-katik, gw sempet jadi males posting. Tapi yaah, namanya manusia, kita musti bisa ADAPTASI kan?? Yeahh, then let’s give them second chance!
Katanya sih… Udah bisa embed Youtube!! Yihaaa!! :D
[Mari kita test!]
Mau bagi-bagi earworm aja, hehehe…
Dari dulu gw nyari-nyari mp3-nya Relish, susah banget nemu. Udah coba Limewire, nyari di Rapidshare, sampe googling berdarah-darah (engga ding), kok langka sekali sepertinya album band satu ini.
Ada yang punya nggaaa?? Minta dunks! Hehe.
Ngomong-ngomong, lagu “Rainbow Zephyr” ini sempet di-remake sama Westlife. Dan lirik & judulnya dirubah dikit jadi “Hey, Whatever!”… Hmm. Not bad at all. Tapi gw lebih suka yang versi asli.
Enjoy! ;;)
Conversation with God
God :
Let me ask you something.
If someone prays for patience,
you think God gives them patience?
Or does he give them the opportunity to be patient?If he prayed for courage,
does God give him courage,
or does he give him opportunities to be courageous?If someone prayed for the family to be closer,
do you think God zaps them with warm fuzzy feelings,
or does he give them opportunities to love each other?– Quote from Evan Almighty (2007)
+ + + + +
Huee…
[OOT] Lately I’ve been thinking of moving my Friendster blog to blogspot…
When You’re Feeling Low…
…let’s sing along! :)
I hate to see you cry,
lying there in that position
There’s things you need to hear
So turn off your tears and listenPain throws your heart to the ground
Love turns the whole thing around
No it won’t all go the way it should
But i know the heart of life is goodYou know it’s nothing new
Bad news never had good timing
Then the circle of your friends
Will defend the silver liningPain throws your heart to the ground
Love turns the whole thing around
No it won’t all go the way it should
But i know the heart of life is goodPain throws your heart to the ground
Love turns the whole thing around
Fear is a friend who’s misunderstood
But i know the heart of life is good.I know it’s good.
[ "The Heart of Life" - by John Mayer, from Continuum ]
This guy is sooo genius!
Hehehe… Ini jawaban buat mas James Morrison, “And I know that it’s a wonderful world, but I can’t feel it right now…”
Cheers. :)

