[ brainworm.blog ]


Brainworm Has Officially Moved

Hello world! :)

Setelah 3 tahun nge-blog di friendster,
akhirnya gw memutuskan untuk pindah ke blogspot.
Yaayy!!

Ini alamat barunya :

http://brainworm-blog.blogspot.com

Hmm.. still have a lot of things to do.
Importing my files from friendster blog, and so on..

OK, so HERE we go…!! :)


I Hate Love

“Have you ever been in love?

Horrible isn’t it? It makes you so vulnerable.

It opens your chest and it opens up your heart and it means that someone can get inside you and mess you up. You build up all these defenses, you build up a whole suit of armor, so that nothing can hurt you, then one stupid person, no different from any other stupid person, wanders into your stupid life… You give them a piece of you. They didn’t ask for it. They did something dumb one day, like kiss you or smile at you, and then your life isn’t your own anymore.

Love takes hostages. It gets inside you. It eats you out and leaves you crying in the darkness, so simple a phrase like ‘maybe we should be just friends’ turns into a glass splinter working its way into your heart. It hurts. Not just in the imagination. Not just in the mind. It’s a soul-hurt, a real gets-inside-you-and-rips-you-apart pain.

I hate love.”

Well said, Neil! :))

*sudah terlalu teracuni oleh novel-novelnya*


Neil Gaiman’s Novels

Lagi suka baca novel-novelnya Neil Gaiman.

Pertamanya sih gara-gara nonton Stardust (2007) –filmnya lucu & menghibur banget– jadi penasaran pengen baca novelnya, ehehe… Tapi setelah baca novelnya, ternyata versi film dan versi novel emang dibuat beda. Versi novel berkesan lebih gloomy, dan gw baru tau kalo ternyata Neil Gaiman adalah spesialis bikin novel dongeng yang ditujukan oleh orang dewasa. Jadi jangan heran kalo ada adegan sex and violence di dalam novel-novelnya. Gaya penulisan Gaiman ini sedikit banyak mengingatkan gw akan dongeng klasik Grimm Bersaudara.

Tapi menurut gw, dua versi Stardust tersebut –baik versi novel maupun film– sama menariknya. Hal yang jarang ditemui dalam film fantasi yang diadaptasi dari novel.

(Mungkin belum banyak yang tahu kalau Dongeng Grimm Bersaudara (Grimm’s Fairy Tales atau Kinder- und Hausmärchen, dalam versi asli) juga sebenarnya tidak cocok dikonsumsi oleh anak-anak karena Grimm Bersaudara seringkali menuliskan unsur seks & kekerasan di dalam dongeng-dongeng mereka. Terbitan pertama kumpulan dongeng mereka sempat dikritik keras karena hal ini. Namun dalam versi modern, dongeng-dongeng mereka dirubah dan disesuaikan kembali agar cocok dengan konsumsi anak-anak. Kalo mau baca versi asli Grimm’s Fairy Tales, bisa di-download di SINI.)


Classic Grimm’s Fairy Tales - by Brothers Grimm


Anansi Boys - by Neil Gaiman

Novel Neil Gaiman yang baru selesai gw baca berjudul Anansi Boys. Mengisahkan seorang manusia biasa-biasa saja yang baru mendengar kabar bahwa ayah yang sudah lama dihindarinya meninggal dengan cara yang dapat disebut “memalukan” dan kemudian menemukan fakta bahwa dirinya adalah anak dari Dewa Anansi, Dewa Laba-Laba, Dewa Kejahilan. Lebih buruk lagi, ternyata ia mempunyai seorang saudara kandung yang sudah lama terpisah jauh yang memiliki kekuatan Dewa Anansi, dan kini mulai mengacaukan hidupnya yang biasa-biasa saja. Hmm.. Mungkin bukan mengacaukan, tapi hanya membuatnya lebih menarik.

Novel Anansi Boys ini lebih lucu dibanding novel-novel karya Neil Gaiman yang lain. (Walopun gw baru baca Coraline & Stardust ding, hehe) Salah satu alternatif bacaan yang menghibur karena “membuat penasaran” & “penuh dengan kejutan”.

A Must-Read! :D